Senin, 18 November 2013

Lima Tahun

Setelah lima tahun lamanya hiatus dari dunia blogging, akhirnya saya menemukan kembali laman yang saya kelola sewaktu SMP. Waktu itu saya baru berusia 14 tahun dan sekarang? Bulan Desember nanti 19 tahun! Ya, selama blog ini mati suri, banyak hal yang sudah berlalu. Pelajar SMP yang tidak suka pelajaran eksakta akhirnya masuk jurusan IPA di SMA. Namun, karena memang pada dasarnya benci eksakta kuliah juga kembali ke lingkup sosial humaniora (hahaha). Saat ini saya sedang kuliah tingkat dua di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia jurusan Ilmu Komunikasi. Minat saya pada bidang jurnalisme masih berlanjut. Saya cukup kaget ketika menemukan bahwa dari SMP saya sudah memiliki minat di bidang itu. Ya, saya masih melanjutkan bekerja di bidang jurnalisme hingga sekarang. Mohon ikuti terus perjalanan saya. Salam, Indrie Mutiasari.

(Tidak) Enaknya Jadi Mahasiswa

Di penghujung SMP dulu, hal yang paling mengkhawatirkan bagi saya adalah "Apakah saya bisa lulus Ujian Nasional?" Di kelas 10 SMA, kekhawatiran itu berubah menjadi "Apa saya bisa masuk jurusan IPA?" Da berkembang hingga "Apa saya bisa masuk Perguruan Tinggi Negeri?" Seiring dengan bertambahnya usia, prioritas yang kita miliki dalam hidup pun meluas dan makin kompleks. Jika dulu sekedar mendapat nilai ujian buruk dengan mudah saya bisa bilang "Ah tenang saja, masih ada remedial." Itu tak berlaku lagi saat ini (baca: kuliah). Kuliah membuka mata saya bahwa banyak hal di masyarakat yang belum saya ketahui. Gaya berpakaian, gaya bicara, dinamika pergaulan, dunia akademik dan kehidupan organisasi menjadi serba baru. Saya sempat mengalami culture shock, tapi untungnya cuma sebentar. Saya makin sadar bahwa saya memiliki tanggung jawab kepada orang tua. Ya, selama 12 tahun sekolah saya ingin mendapat ranking terbaik hanya untuk kepuasan diri sendiri. Di kuliah ini, saya sadar bahwa nilai IP/IPK yang baik bukan hanya untuk saya sendiri, tapi juga untk orang tua. Kuliah juga membuat saya jauh berpikir ke masa depan. Karier apa yang akan saya pilih? Apa target saya 5 tahun ke depan? Semua menjadi pertanyaan yang mesti dipikir jawabannya matang-matang. Saya merasa, ini bukan lagi main-main. Tidak ada lagi yang akan membantu saya untuk maju, kecuali diri saya sendiri. Kalau bukan saya yang bergerak, makas aya akan tetap diam di tempat. Harapan orang tua sungguh besar di pundak saya. Namun, alih-alih menjadikan itu beban, justru jadikanlah itu motivasi. Gali terus potensi diri yang kita punya. Asah kemampuan dengan mengikuti berbagai kegiatan kampus yang sangat beragam. Catat berbagai hal menarik dan penting dalam pikiran, hal-hal yang mengesankan dan penuh pengalaman di masa kuliah ini. Terakhir, buat kalian yang masih duduk di bangku sekolah, nikmati apa yang kalian miliki saat ini. Ketika kalian lulus nanti, entah kalian kuliah, kerja, atau apapun yang kalian lakukan, konsekuensinya ditanggung oleh kalian sendiri. Meskipun saat ini tugas menggunung dan banyak guru-guru killer menyebalkan, percayalah kelak kalian akan sangat merindukan masa-masa sekolah itu. Saya tidak bohong. :)